Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pemain Chelsea Tidak Gentar Berangkat Ke Israel
#1
[Image: jose-mourinho.jpg]
Manajer Chelsea Jose Mourinho mengumumkan seluruh pemain andalannya siap beraksi dalam lawatan ke Israel tengah pekan ini tanpa merisaukan keamanan. Kesempatan itu ia gunakan juga untuk menyindir mantan pemain Chelsea Graeme Le Saux.

Chelsea akan menjalani matchday 5 Liga Champions di markas klub Israel Maccabi Tel-Aviv, Rabu (25/11/2015) dinihari WIB. The Blues bisa memastikan tiket 16 besar jika menang atas Maccabi dan di laga lain Dynamo Kiev gagal menundukkan Porto.

Laga ini sendiri berjalan menyusul terjadinya serangan teror bom ke Paris, Prancis, pada 13 November lalu. Tensi di Israel pun sekarang sedang tinggi dan baru pekan lalu ada laporan penusukan yang menewaskan dua orang di Tel Aviv. 

Pun demikian, Mourinho menegaskan skuatnya sama sekali tidak gentar dengan situasi itu. Semua pun ikut serta dalam rombongan untuk menghadapi Maccabi tengah pekan ini.

Saya tak punya satu pemain pun yang punya masalah di skuat. Saya tak punya seorang Graeme Le Saux. Semuanya tidak takut, cuma ingin ikut, ucap Mourinho di Sky Sports.

Saya bahkan punya seorang pemain yang istrinya akan menjalani proses persalinan, mungkin besok atau lusa, dan ia tetap di sini siap untuk bermain karena ia tahu betapa pentingnya laga ini buat kami.

Cara terbaik adalah fokus ke sepakbola dan kegembiraan memainkannya. Kami bertanggung jawab memainkan sepakbola dan menyerahkan urusan keamanan kepada orang-orang yang lebih tahu harus berbuat apa, tuturnya.

Sejak tahun 2001 baru kali ini lagi Chelsea akan menyambangi Israel. Lawatan pada 14 tahun lalu itu sendiri turut dibayangi kerisauan soal keamanan, karena dihelat pada Oktober 2001 alias satu bulan setelah serangan 11 September ke Amerika Serikat.

Le Saux adalah satu dari enam pemain Chelsea yang saat itu memutuskan untuk tidak turut serta ke Israel untuk menghadapi Hapoel Tel Aviv--bersama Marcel Desailly, Emmanuel Petit, Eidur Gudjohnsen, William Gallas, dan Albert Ferrer.

Yang membedakan Le Saux dari lima rekannya pada peristiwa 14 tahun lalu itu adalah baru bulan lalu penggawa Si Biru periode 1997–2003 tersebut mengkritik Mourinho terkait peristiwa dengan Dr Eva Carneiro. Saat itu, sebut Independent, Le Saux menulis bahwa Mourinho harus minta maaf kepada Dr Carneiro dan apa yang dilakukan Mourinho berisiko membuat sepakbola mundur 30 tahun.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)